Buah
merupakan komoditas pertanian yang biasanya kita makan sebagai dessert atau
makanan penutup. Tapi taukah kamu jika buah sebaiknya tidak dijadikan sebagai
makanan penutup? Mengkonsumsi buah sebagai makanan penutup ternyata merupakan
kebiasaan yang salah kaprah. Ya, beberapa penelitian membuktikan bahwa buah
tidak baik dimakan setelah mengkonsumsi makanan utama. Fruktosa pada buah,
dapat merusak karbohidrat dan protein dari makanan utama sehingga tidak dapat dicerna
oleh tubuh. Jika karbohidrat dan protein tidak tercerna maka tidak akan ada
energi untuk kebutuhan tubuh. Sehingga para ahli menganjurkan untuk
mengkonsumsi buah sebelum memakan makanan utama.
Buah
merupakan sumber vitamin dan mineral bagi tubuh, kekurangan vitamin dan mineral
dapat menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh. Sehingga kita dianjurkan
untuk mengkonsumsi buah setiap hari. Contoh sederhananya ketika tubuh
kekurangan vitamin c maka akan segera timbul sariawan atau gusi berdarah. Vitamin
dan mineral memang bisa didapatkan dari suplemen atau makanan yang mengandung
zat gizi yang dibutuhkan. Namun, mendapatkan vitamin dan mineral langsung dari
sumbernya (dari buah-buahan) akan lebih banyak manfaatnya. Bauh-buahan juga
mengandung beberapa senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
Dalam
prinsip food combining, dianjurkan untuk mengkonsumsi buah sebagai menu
sarapan. Hal tersebut karena sebagian besar kandungan buah adalah serat halus
sehingga akan lebih mudah dicerna oleh tubuh. Jarak waktu memakan buah dengan
makanan utama yang baik adalah sekitar 1 jam.

Komentar
Posting Komentar