Jelly Potter adalah salah satu brand minuman franchise lokal yang kini mulai banyak ditemukan di kota-kota besar. Mendengar namanya pasti hampir tidak asing karena hampir sama dengan serial novel dan film populer dari inggris yaitu Harry Potter. Walaupun namanya tidak seterkenal brand luar negeri seperti Chatime, Xi boba, gulu gulu, kokumi dll namun untuk harga dan rasa bisa dibilang bisa bersaing. Tidak seperti brand lainnya yang mengunggulkan boba dalam minumannya, jelly potter hadir dengan jelly sebagai tambahan topping pada minuman. Tak hanya menggunakan jelly, pada berbagai varian minuman juga ditambahkan selasih untuk menimbulkan tekstur dari minuman. Untuk kebanyakan orang yang menghindari boba karena terlalu banyak kandungan gula, mungkin jelly bisa menjadi pilihan untuk menemani Thai tea kamu.Minggu kemarin saya berkesempatan untuk mencoba 3 varian dari jelly potter. Kebetulan saya tidak terlalu suka boba jadi ketika teman-teman mau beli saya ikut nimbrung. Kami pesan Red velvet flavor, taro flavor dan avocado choco lava. Setelah dateng saya terkejut karena untuk varian yang hangat (tanpa es) hanya diberi 1/2 cup alias gak penuh. Langsung ngakak dong karena dikira tumpah di jalan, tapi ternyata tidak gengs setelah diminum memang es nya buanyak banget jadi space kosong di minuman yang kosong seharusnya memang diisi oleh es yang buanyak itu. Ukuran cupnya besar yang 16 oz, dan harganya murah banget, untuk 3 jenis minuman itu hanya dibanderol harga Rp15.000 (ojol) dan jika beli langsung di tempat Rp12.000.
Varian kedua yaitu taro flavor, rasa taronya kenceng dan terasa banget. Cuma karena terlalu strong rasa langunya masih terasa. Susunya terasa tapi tidak menutupi rasa dari taronya. Untuk ukuran 16 oz lama-lama bikin enek, kalau menurutku sih mungkin karena kurang banyak susunya. Warnanya ungu khas taro, kalau dibandingin sama taro flavournya tea break jauh lebih terasa yang ini.
Varian ketiga yaitu avocado choco lava. Dibandingkan 2 varian lainnya, varian ini agak zonk karena avocado nya powder bukan alpukat asli jadi pas habis di mix warnanya langsung kecampur jadi ijo lumut gelap. Warnanya gak appetizing sama sekali (ups sorry) cuma rasanya lumayan enak. Menurutku lebih dominan rasa coklatnya, rasa alpukatnya ketutup banget sama coklatnya. Untuk namanya choco lava kurang cocok sih karena coklatnya gak melt hehe.Kesimpulannya aku kasih nilai pervarian aja ya hehe
Red velvet flavor 4,5/5
Taro flavor 4/5
Avocado choco lava 3/5
o iya di setiap varian itu ada jelly yang kenyal banget kayaknya pakai nutrijell (hehe sotoy), warnanya soalnya transparan. Cukup sekian dulu ya review kali ini thank you ...
Komentar
Posting Komentar